Dear A, please check this video. Special for you.
Love,
IP x
Love,
IP x
![]() |
| Museum Geologi |
Hari ini merupakan hari terakhir Ari di Bandung. Besok dia harus pulang ke rumahnya di Bogor. Bogor? Ya Bogor coret. Dengan kata lain Kabupaten Bogor. Iya iya rumahku juga Bandung coret. Mungkin kami berdua jodoh /?
Kemarin kami sempat ke BIP untuk nonton Conjuring 2. Tapi... antriannya penuh banget. Ga kuat. Kemudian kami memutuskan untuk photobox pada bulan Juni di timezone. Oh ya sekedar info, kami memiliki ritual photobox tiap bulannya. Namun, lagi-lagi antriannya malesin. Akhirnya aku menemani tuan muda makan baso di foodcourt. Aku tau ini bulan puasa. Dia lagi sakit, thats his excuse. Setelah itu kami kembali ke timezone. Antriannya tetap panjang. Fufufu. Akhirnya kami naik roller coaster di BIP aka nonton 4d. Technically kami naik roller coaster bukan?
Berhubung besok dia harus pergi selama 2 bulan, aku ingin memberi kenangan terindah di Bandung. Aku berniat mengajaknya ke Kebun Binatang Bandung atau Museum Geologi. Namun cuaca tidak mendukung untuk mengunjungi kebun binatang. Siang itu sangat panas. Matahari tepat berada di atas kepala. Selain itu harga tiket masuk kebun binatang bandung yang terbilang cukup mahal, yaitu sekitar Rp20.000,00. Akhirnya kami memilih museum. Harga tiket masuknya yang hanya Rp2000,00 sangat terjangkau. Terutama bagi mahasiswa seperti kami. Disana banyak anak-anak kecil sedang rekreasi. Ini kedua kalinya aku mengunjungi museum geologi. Jadi aku tidak terlalu excited.
![]() |
| Dino |
Setelah puas berkeliling, kami memutuskan untuk mengunjungi museum lain. Pilihan pun jatuh kepada Museum Pos. Tiket masuknya gratis. Praise to Lord. Ini juga kedua kalinya aku mengunjungi museum ini. Suasana di dalam sangat mencekam. Hanya ada aku dan Ari. Jujur aku takut banget dan ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini.
![]() |
| Aku yang GR atau patungnya yang ngeliatin? |
Kemudian kami makan di Pasar Cisangkuy. Dayum!
![]() |
| caleuy |
Hati-hati di jalan ayang. I miss you before you miss me. See you in August ,ri!
Dear A,
Hey, I know you read this post. I just wanna tell you that I'm crazy in love with you. Only you. Posts about the other guy just my past. I always moving forward. The past is in the past, isnt it?
I'm so glad to have you beside me. You make the world better place to living. Hehe
I'll always remember our first date. Watching Batman v Superman, dinner at rachaa.
Second date. The day when you told me about your feeling haha
Third date. Watching Captain America Civil War!!!!! My fav movie so far.
And I wont forget about movie time at yours. So exciting. I hope we could be together like this for... a lifetime perhaps.
Love,
IP x
![]() |
| banyak bunga-bungaaaa |
Kebun Begonia terletak di Lembang. Tepatnya berada di
Maribaya. Rencananya aku dan temanku (Siti, Yuni, Jack) akan pergi kesana
berempat. Akan tetapi tiba-tiba Jack memberi kabar jika dia tidak bisa ikut
karena ada acara mendadak atau apalah itu. Aku kasihan ke Yuni. Dia sudah
bersemangat. Pasti dia sangat kecewa sekarang. Tapi apa daya kendaraanku tidak
memungkinkan untuk dinaiki bertiga. Ya aku menggunakan motor. Dan aku tidak
ingin menjadi seperti cabe-cabean yang naik motor bertiga.
Akhirnya
aku pergi kesana berdua dengan Siti. Semacam kencan mungkin. Tepat sebulan
sebelum hari Valentine. Kami janjian di Indomaret dekat rumahnya pukul 09.00.
Namanya juga jam orang Indonesia, jam karet, aku sampai disana sekitar pukul
10.00. Kami sempat nyasar ke Desa Cibodas. Untunglah ada malaikat penyelamat,
GPS. And here we go. Kami sampai di “Kebun Begonia”. Harga tiket masuknya Rp
5.000,-. Lumayan murah jika dibandingkan dengan harga tiket masuk ke Tangkuban
Perahu yang teramat sangat mahal menurutku, hampir seperti harga tiket bioskop.
Disana
disediakan topi petani secara gratis. Aku tidak tahu apa nama topi tersebut,
jadi aku menyebutnya topi petani. Tapi kurasa topi tersebut menyerupai topi
yang biasanya dikenakan orang saat di pantai. Atau jangan-jangan itu topi
pantai? Lupakan.
Bagaimana?
Indah bukan? Tapi aku agak kecewa karena ternyata kebun bunga ini tidak sesuai
dengan ekspektasiku. Kebun ini sangat kecil menurutku. Udara sekitarnya juga
tidak terlalu sejuk jika dibandingkan dengan objek-objek wisata lain di
Lembang. Mungkin karena lokasinya berada di dataran yang relatif rendah.
Mungkin. At least tempat ini lumayan untuk dijadikan tempat berfoto.
![]() |
| with Siti |
![]() |
| ini dia topi yang aku maksud |
![]() |
| dengan ibu otan dan anaknya |
Aku
mulai merasa bosan menghabiskan liburanku hanya dengan menonton TV, menonton
film (di rumah), main game, baca novel, tidur dan hal-hal yang membosankan
lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut akan sangat menyenangkan jika dilakukan
selama sehari sampai dengan seminggu. Tetapi jika melakukannya selama kurang
lebih dua bulan, aku menyerah. Aku sudah mencapai titik terbosan. Aku ingin
refreshing.
Teman kuliahku, Mira, mengajakku untuk
pergi ke Curug Cindulang yang berada di Cicalengka. Kebetulan dia tinggal di
Cicalengka. Ya dapat kau bayangkan betapa jauhnya jarak yang harus dia tempuh
selama lima hari dalam seminggu untuk menuntut ilmu. Pulang pergi Cicalengka –
Dipati Ukur. Kurasa Cileunyi – Dipati Ukur yang memakan waktu selama satu jam
merupakan jarak yang sangat sangat sangat jauh. Tetapi tidak ada apa-apa nya
jika dibandingkan dengan jarak yang harus ditempuh temanku itu. Dapat dikatakan
diatas langit masih ada langit. Ya apalah itu, aku tidak pandai dalam
berperibahasa.
Kebetulan pada hari itu dia harus ke
bank BRI yang berada di Jatinangor untuk mengurus sesuatu. Kebetulan pula nilai
mata kuliah Pancasila dan Agama keluar pada hari itu. Jadi kami janjian di
Unpad Jatinangor untuk melihat nilai. Maksud hati agar mendapat koneksi
internet super cepat, tapi apa daya ternyata tak sesuai dengan harapan.
Singkat cerita kami sampai di Curug
Cindulang. Kira-kira memakan waktu setengah jam dari alun-alun Cicalengka. Di
jalan kami membeli lumpia basah, seblak, dan cemilan agar hemat. Ya tahu
sendiri lah mahalnya harga makanan dan minuman di tempat wisata. Harga tiket
masuknya yaitu Rp 5.000,00 per orang. Parkir motor Rp 5.000,00. Wait, what? 5000
untuk biaya parkir motor? Mahal sekali.
Terdapat banyak tangga menurun untuk
sampai di Curug. Cukup memacu adrenalin karena tangga-tangga tersebut terlihat
licin. Di kios-kios sekitar Curug terlihat muda-mudi sedang berkencan. Abaikan.
Setelah menempuh puluhan (bahkan ratusan, mungkin) anak tangga akhirnya kami
berdua sampai di pusat air terjun. Jarak kami hanya beberapa kaki dari air
terjun yang memiliki arus sangat deras. Cipratan-cipratannya membuat kami
berdua basah seperti habis kehujanan. And you know what? It feels so cold.
Brrrr… Dan kami mengambil beberapa gambar.
Oya, pelangi dapat terlihat di kaki
curug. Indah sekali. Mira bercerita tentang legenda Curug Cindulang. Konon
katanya jika kita jomblo dan ingin segera resmi jadian dengan gebetan, ajaklah
gebetan kesana. Namun sebaliknya bagi yang berpasangan. Apabila kita merasa
bosan, jenuh, kesal dengan kekasih, ajaklah kesana, konon katanya setelah
sampai di rumah pasangan tersebut akan putus. Who knows. Mungkin itu hanya
kepercayaan orang sana saja sehingga mereka tersugesti. Whatever.
Kekurangan dari tempat ini (selain
harga parkir yang mahal) adalah terdapat banyak sampah dimana-mana. Terkesan
kurang dirawat. Kesulitan menemukan tempat sampah mungkin menjadi salah satu
penyebabnya. Kebiasaan jorok pengunjung yang membuang sampah sembarangan juga
menjadi penyebab.
![]() |
| With Mira |
![]() |
| see? you can see the rainbow. Ignore the rubbish |
![]() |
| tangganya banyak amat bro |





















